Pemerintah Kota Bitung saat melaksanakan Pagelaran Adat Tulude Tahun 2026 yang berlangsung di Kantor Wali Kota Bitung, Jumat (30/1/2026).(foto: Alan)Tulude merupakan upacara adat dan tradisi tahunan masyarakat Nusa Utara, khususnya Sangihe, Talaud, dan wilayah sekitarnya.
Tradisi ini dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas penyertaan sepanjang tahun yang telah dilalui, sekaligus sebagai doa dan harapan untuk memasuki tahun yang baru dengan kehidupan yang lebih baik.
Lebih dari sekadar ritual adat, Tulude dimaknai sebagai momentum spiritual dan kultural untuk membersihkan diri, menghormati leluhur, serta mempererat persaudaraan.
Nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan persatuan yang terkandung di dalamnya menjadikan Tulude sebagai simbol identitas dan kearifan lokal yang terus relevan di tengah perkembangan zaman.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bitung menyampaikan bahwa Pagelaran Adat Tulude merupakan perwujudan iman, ungkapan rasa syukur, serta pengharapan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Momentum ini menjadi penanda peralihan dari tahun yang lama menuju tahun yang baru, dengan hati yang bersih, semangat yang diperbarui, serta tekad untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Pagelaran Adat Tulude Tahun 2026 mengangkat tema “Harmony in Diversity” atau “Karima Dame Gighile Mang Tumendang”. Tema tersebut ditegaskan bukan sekadar slogan, melainkan roh dan landasan dalam pembangunan Kota Bitung. Harmonisasi dalam keberagaman menjadi prinsip utama dalam mewujudkan visi Harmonisasi Menuju Bitung Maju.
Wali Kota menegaskan bahwa pembangunan Kota Bitung harus dilandasi persatuan, toleransi, kebersamaan, serta saling menghargai. Tidak boleh ada sekat yang merusak persaudaraan atau perbedaan yang justru melemahkan kekuatan bersama.
Sebaliknya, keberagaman menjadi kekuatan utama yang membuat Kota Bitung terus bertumbuh dan bergerak maju.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bitung menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat, khususnya keturunan Nusa Utara di Kota Bitung, yang dengan penuh komitmen terus menjaga dan melestarikan tradisi Upacara Adat Tulude di tengah arus modernisasi dan globalisasi. Pelestarian budaya ini dinilai sebagai kontribusi nyata dalam memperkaya khazanah budaya daerah dan memperkuat jati diri Kota Bitung.
Dalam suasana penuh kehormatan, Wali Kota Bitung juga menerima penganugerahan Gelar Adat “Bataha Ikamanggi Torehe Tulung Banua”, yang bermakna pemimpin arif dan bijaksana yang menjaga serta memelihara negeri.
Gelar adat tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan sekaligus amanah moral untuk terus memimpin dengan kebijaksanaan, keadilan, ketulusan, dan keberpihakan kepada seluruh masyarakat tanpa membeda-bedakan.
Wali Kota Bitung menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas penganugerahan tersebut. Bersama Wakil Wali Kota Bitung, dia menegaskan komitmen untuk terus menghadirkan tata kelola pemerintahan yang tertib, transparan, serta senantiasa berpihak pada kepentingan masyarakat dalam semangat harmonisasi menuju Bitung Maju.
Pagelaran Adat Tulude 2026 turut dihadiri oleh Wali Kota Bitung Hengky Honandar, SE., bersama Ketua TP PKK Kota Bitung Ny. Ellen Honandar Sondakh, SE., Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka, S.Sos., didampingi Sekretaris TP PKK Kota Bitung Ny. Jacinta Maribell Maringka Gumolong, Sekretaris Daerah Kota Bitung Ir. Ignatius Rudy Theno, ST., MT., MAP., bersama Ketua DWP Kota Bitung Ny. Nurjaya Theno Munarwin, SE., Ketua IKSSAT Kota Bitung Forsman Dandel, S.Sos., Ketua Panitia Tulude Alfred Salindeho, SE., MM., unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, jajaran perangkat daerah, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat undangan keturunan Nusa Utara.(Ramlan)