Wahana Eduwisata Lontar Sewu yang terletak di Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti, Gresik Selatan, Sabtu (3/1/2026).(foto: Budi)Pada Kamis 1 Januari 2026, ribuan pengunjung memadati kawasan wisata tersebut. Mayoritas wisatawan berasal dari wilayah Gresik, Surabaya, Lamongan, hingga Sidoarjo. Para orang tua tampak mengajak anak-anak mereka untuk menikmati liburan sekolah di berbagai wahana yang tersedia.
Desa Hendrosari sendiri dikenal sebagai desa penghasil minuman tradisional legen. Tak heran, pengunjung yang memasuki desa ini akan disuguhi pemandangan ratusan pohon siwalan yang tumbuh menjulang, menjadi ciri khas sekaligus daya tarik utama kawasan wisata Lontar Sewu.
Kepala Desa Hendrosari, Asno, mengatakan jumlah pengunjung pada libur Tahun Baru tergolong tinggi.
“Khusus hari Kamis, 1 Januari 2026 kemarin, tercatat sekitar 3.500 pengunjung datang ke Eduwisata Lontar Sewu,” ungkapnya.
Namun demikian, Asno mengakui jumlah pengunjung mengalami penurunan pada hari berikutnya, Jumat 2 Januari 2026. Kondisi ini berbeda dibandingkan masa awal pembukaan wahana wisata tersebut, yang sempat mengalami lonjakan pengunjung cukup signifikan.
“Dampaknya, jam operasional yang sebelumnya sampai pukul 21.00 WIB kini ditutup lebih awal, sekitar pukul 17.00 WIB. Jumlah pegawai yang bekerja juga terpaksa dikurangi,” jelas Asno, Sabtu (3/1/2026).
Menurutnya, agar minat wisatawan tetap terjaga, idealnya setiap enam bulan sekali harus ada penambahan spot wisata baru. Namun keterbatasan anggaran menjadi kendala utama bagi pengelola yang berada di bawah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Kami berharap ada dukungan dari Pemerintah Kabupaten Gresik maupun dinas terkait agar wisata ini bisa terus berkembang dan ramai pengunjung,” ujarnya.
Selain pengembangan wahana, Asno juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian pohon lontar. Pasalnya, pohon tersebut merupakan ikon utama Eduwisata Lontar Sewu dan membutuhkan waktu hingga 60–70 tahun untuk tumbuh tinggi dan maksimal.
“Sayang sekali jika pohon yang sudah dewasa justru ditebang, padahal itu daya tarik utama wisata ini,” tambahnya.
Beragam wahana tersedia di Eduwisata Lontar Sewu, di antaranya wisata spot air, terapi ikan, bom-bom car, flying fox, swinger, sky bike, bioskop virtual, area outbound, spot foto Tugu Ketupat, mandi bola, kereta Tayo, kolam renang, serta berbagai fasilitas lainnya.
Untuk menikmati seluruh kawasan wisata, pengunjung cukup membayar tiket masuk sebesar Rp10.000 per orang.
Selain wahana permainan, wisatawan juga dapat menikmati aneka kuliner khas desa. Deretan pedagang menjajakan minuman legen dan buah siwalan di sepanjang pintu masuk hingga area wisata.
Salah satu pengunjung, Arga, warga Mantup, Lamongan, mengaku senang bisa berlibur bersama keluarga besar di Eduwisata Lontar Sewu.
“Bagus taman-tamannya, lokasinya juga bersih dan cocok untuk liburan keluarga,” ujarnya.(Budi)