x
Pemerintah Kabupaten Bangkalan Advertisment

Bupati Bangkalan Resmikan Dapur SPPG Bilaporah, Dorong Pemenuhan Gizi dan Ekonomi Lokal

2 minutes reading
Thursday, 29 Jan 2026 23:10 434 View Yusuf Daud
TAJUK BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, meresmikan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Bilaporah 001, Kecamatan Socah, Kamis (29/1/2026). Keberadaan dapur SPPG ini dinilai sebagai bentuk dukungan konkret terhadap program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya generasi muda.

Dalam sambutannya, Lukman Hakim menyampaikan apresiasi atas berdirinya dapur SPPG yang diharapkan mampu menjadi ujung tombak pelaksanaan program strategis nasional di tingkat desa.

“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas berdirinya dapur ini. Ini merupakan wujud dukungan nyata dalam rangka menyukseskan program-program strategis pemerintah,” ujar Lukman.

Bupati menegaskan pentingnya menjaga kualitas menu serta kandungan gizi makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat. Dia mengingatkan meskipun program ini kerap disebut sebagai makan siang gratis, seluruh pembiayaan sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah.

“Perlu digarisbawahi bahwa harapan besar Presiden adalah kualitas menu dan pemenuhan gizi benar-benar tercukupi. Karena itu, hal ini harus menjadi perhatian utama kepala SPPG dan para relawan,” paparnya.

Lebih lanjut, Lukman Hakim berharap dapur SPPG dapat menjadi pemicu lahirnya ekosistem ekonomi baru di Kabupaten Bangkalan. Dia menargetkan kebutuhan bahan pangan, termasuk untuk operasional dapur SPPG sepanjang tahun ini, dapat dipenuhi oleh petani lokal sehingga menciptakan perputaran ekonomi di daerah.

Sementara itu, Kepala SPPG Bilaporah 001, Yenni Setianingsih, menjelaskan operasional dapur akan dimulai pada Jumat 30 Januari 2026. Pada tahap awal, dapur akan menyiapkan 670 porsi makanan untuk satu taman kanak-kanak dan empat sekolah dasar terdekat.

“Jumlah porsi akan kami tingkatkan secara bertahap hingga mampu melayani sekitar 3.000 penerima manfaat,” jelas Yenni.

Dia mengungkapkan rasa bangganya dapat berkontribusi dalam program strategis pemerintah tersebut. Menurutnya, keberadaan dapur SPPG bukan hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga membawa dampak sosial dan ekonomi yang signifikan.

“Kami mohon doa agar dapur SPPG ini senantiasa berjalan sesuai harapan dan menjadi bagian dari upaya besar pemerintah dalam meningkatkan kualitas generasi bangsa,” ucapnya.

Yenni menambahkan, satu dapur SPPG mampu menyerap sekitar 50 tenaga kerja, sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Adapun penerima manfaat mencakup peserta didik dari jenjang PAUD hingga SMA, serta kelompok 3-B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

“Untuk layanan kelompok 3-B, akan dimulai sekitar satu bulan ke depan setelah koordinasi dengan puskesmas,” tutupnya.(Edi)

LAINNYA
x