x

Atasi Banjir Secara Terpadu, Pemkab Sidoarjo Matangkan Masterplan Penataan Kota

2 minutes reading
Tuesday, 6 Jan 2026 17:29 368 View Redaksi Tajuk.News
TAJUK SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mematangkan penyusunan masterplan penataan kota sebagai fondasi utama penanganan banjir yang terukur, terintegrasi, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Sidoarjo, H. Subandi, saat menghadiri pemaparan masterplan di Opsroom Setda Kabupaten Sidoarjo, Selasa (6/1/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Fenny Apridawati, Kepala Bappeda M. Ainur Rahman, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Muhammad Makhmud, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, serta tim ahli dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai penyusun masterplan.

Dalam pemaparannya, tim penyusun mengusung tema besar “Menuju Sidoarjo yang SERASI”—akronim dari Sentosa, Ekologis, Resilien, Aksesibel, Sinergis, dan ber-Identitas.

Tema ini menjadi kompas pembangunan Kabupaten Sidoarjo, khususnya dalam penataan ruang dan pengendalian banjir yang selaras dengan RTRW 2024–2044 serta RPJPD 2025–2045.

Bupati Subandi menekankan Sidoarjo sebagai wilayah Kota Delta memiliki tantangan geografis yang tidak ringan. Banyaknya sungai afvoer dan posisi wilayah yang berada di kawasan paling timur membuat Sidoarjo rentan terhadap banjir.

“Sidoarjo ini letaknya paling timur dengan banyak sungai afvoer. Kita harus waspada karena banjir di sini tidak hanya berasal dari luapan sungai, tetapi juga dipengaruhi oleh air laut pasang atau rob,” ujar Subandi.

Dia juga mengakui penanganan banjir membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, sementara kemampuan fiskal daerah saat ini masih terbatas, yakni sekitar Rp5,8 miliar. Karena itu, keberadaan masterplan menjadi sangat krusial sebagai dasar penentuan skala prioritas pembangunan.

“Ibarat mengobati orang sakit, kita harus melakukan diagnosis terlebih dahulu. Lewat masterplan ini, kita bisa memetakan masalah secara detail dan menentukan titik-titik penanganan setiap tahun sesuai kemampuan anggaran,” imbuhnya.

Beberapa wilayah yang menjadi perhatian utama dalam penanganan banjir antara lain kawasan langganan banjir seperti Tanggulangin, Candi, dan Waru.

Selain itu, kawasan perkotaan juga menjadi fokus, khususnya normalisasi saluran drainase yang saat ini banyak terhimpit bangunan liar di sisi kanan dan kiri.

Lebih lanjut, Bupati Subandi mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terlibat aktif dan tidak berpangku tangan. Menurutnya, penataan kota dan penanganan banjir merupakan tanggung jawab bersama.

“Semua stakeholder harus terlibat. Dengan adanya grand design ini, kita memiliki tahapan yang jelas. Harapannya, perubahan nyata dapat dirasakan masyarakat dari tahun ke tahun,” tegasnya.

Sebagai informasi, Masterplan Penataan Kota Sidoarjo mencakup empat sektor intervensi utama, yakni sistem drainase dan pengendalian banjir, rehabilitasi infrastruktur jalan, rehabilitasi fasilitas pendidikan (sekolah), serta revitalisasi ruang terbuka hijau (RTH).(Ida)

LAINNYA
x