x

Korban Terus Bertambah, Kebakaran Hebat di Cempaka Baru Renggut 22 Jiwa

2 minutes reading
Tuesday, 9 Dec 2025 22:17 529 View Redaksi Tajuk.News

TAJUK JAKARTA — Kebakaran hebat yang melanda Gedung Terra Drone di kawasan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025), meninggalkan duka mendalam. Insiden tersebut menewaskan 22 orang, terdiri dari 7 laki-laki dan 15 perempuan.

Para korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di sejumlah titik ruangan yang telah dipenuhi asap tebal, membuat proses identifikasi dan evakuasi berjalan dengan penuh kehati-hatian.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, mengungkapkan bahwa hingga saat ini petugas gabungan masih berjuang menembus area lantai enam, yang menjadi salah satu lokasi paling terdampak oleh asap pekat.

Menurutnya, tim pemadam dan pencarian harus bergerak secara perlahan karena kondisi ruangan sangat minim visibilitas dan dipenuhi sisa panas dari kebakaran.

“Di lantai enam itu asapnya sangat tebal, sehingga personel harus masuk dengan peralatan lengkap dan pengawasan ketat,” ujarnya.

Evakuasi di lantai tersebut diprediksi akan memakan waktu lebih lama, mengingat konstruksi gedung dan banyaknya sekat ruangan yang berpotensi menjadi perangkap asap.

Untuk memadamkan api, sebanyak 28 unit pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Lebih dari 100 personel bekerja secara terkoordinasi sejak laporan kebakaran pertama diterima.

Upaya pemadaman sempat mengalami kendala karena api cepat menjalar melalui instalasi di beberapa sudut gedung, sehingga membutuhkan tambahan personel dan peralatan ventilasi guna mengeluarkan asap dari dalam bangunan.

Warga sekitar sempat panik melihat kobaran api yang membumbung tinggi dari gedung tersebut. Banyak dari mereka yang juga membantu memberikan informasi awal kepada petugas terkait kemungkinan lokasi korban yang terjebak.

Sejumlah keluarga korban mulai berdatangan ke posko identifikasi untuk memastikan kondisi kerabat mereka.

Hingga kini, pihak kepolisian bersama tim laboratorium forensik masih melakukan penyelidikan mendalam mengenai penyebab kebakaran.

Dugaan sementara mengarah pada adanya korsleting listrik, namun hal tersebut masih perlu diverifikasi melalui pemeriksaan instalasi dan rekaman CCTV.

Petugas juga terus menyisir seluruh lantai gedung untuk memastikan tidak ada korban lain yang belum ditemukan. Pemerintah daerah menyatakan siap memberikan bantuan kepada keluarga korban, termasuk pendampingan psikologis dan dukungan administratif.

Insiden ini menjadi salah satu kebakaran dengan jumlah korban jiwa terbanyak di wilayah Jakarta Pusat sepanjang tahun 2025, sehingga mendorong evaluasi terhadap standar keselamatan gedung dan sistem proteksi kebakaran di wilayah tersebut.(Badru Salam)

LAINNYA
x