UPTD SDN Jambu 2 saat melaksanakan penyerahan rapor peserta didik Semester I melalui Gerakan Ayah Mengambil Rapor, Jumat (19/12/2025).(foto: Edi)Gerakan Ayah Mengambil Rapor menjadi langkah edukatif sekaligus reflektif untuk membangun ikatan emosional yang lebih kuat antara ayah dan anak dalam dunia pendidikan.
Selama ini, peran komunikasi dan administrasi pendidikan anak cenderung lebih banyak dilakukan oleh para ibu.
Kepala UPTD SDN Jambu 2, Suraji, M.Pd, menyampaikan keterlibatan ayah dalam pengambilan rapor bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan bagian dari upaya membangun kesetaraan peran orang tua dalam mendampingi pendidikan anak.
“Gerakan Ayah Mengambil Rapor ini perlu dibudayakan. Harapannya, para ayah semakin peduli, terlibat aktif, serta bekerja sama dengan sekolah dan ibu dalam mengembangkan pendidikan anak, terutama dalam menghadapi tantangan zaman,” ujar Suraji.
Menurutnya, pendidikan masa kini menuntut kesiapan orang tua dalam memahami perkembangan teknologi dan inovasi pembelajaran. Beberapa di antaranya adalah pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), pengenalan coding, serta penguatan literasi digital, yang secara bertahap mulai diperkenalkan kepada peserta didik, bahkan sejak jenjang awal pendidikan.
Seiring dengan itu, UPTD SDN Jambu 2 terus melakukan pembenahan dan peningkatan fasilitas sekolah. Sejumlah fasilitas unggulan telah disiapkan, seperti bangunan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang representatif, toilet bersih dan modern, serta ruang komputer dengan sarana komputerisasi yang memadai.
Fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan pelayanan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Para wali murid tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Kehadiran para ayah di lingkungan sekolah menciptakan suasana kebersamaan dan kepedulian yang kuat terhadap pendidikan anak.
Salah satu wali murid mengungkapkan rasa bangga menyekolahkan anaknya di UPTD SDN Jambu 2.
“Saya merasa senang dan bangga. Dari tahun ke tahun, pendidikan di SDN Jambu 2 semakin meningkat, baik dari segi fasilitas maupun program-program pendidikannya,” tutupnya.(Edi)