Suasana di dalam Museum Cakraningrat Bangkalan, Sabtu (11/10/2025).(foto: Edi)Dua benda yang hilang tersebut adalah lempengan kuningan dari alat musik tradisional Gamelan Ratna Dumilah dan sebuah lonceng kuno yang sebelumnya sempat dipamerkan di Kabupaten Pamekasan. Hingga dua bulan sejak kejadian, keberadaan kedua benda tersebut masih belum diketahui.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bangkalan, Hendra Gema, membenarkan kabar kehilangan tersebut.
“Benar mas, kami sangat terkejut dengan kehilangan ini,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Sabtu (11/10/2025).
Dia juga menjelaskan kehilangan pertama kali diketahui oleh seorang karyawan museum sekitar pukul 09.00 WIB saat melakukan pemeriksaan rutin di ruang pamer.
Saat itulah diketahui dua benda bersejarah tersebut sudah tidak berada di tempatnya.
“Setelah dicek lebih lanjut, ternyata bukan hanya gamelan, tapi juga lonceng kuno itu sudah tidak ada,” jelas Hendra.
Sementara itu, pihak kepolisian telah menerima laporan resmi atas kejadian tersebut. Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, membenarkan laporan kehilangan telah diterima dan saat ini masih dalam proses penyelidikan.
“Laporan masuk pada tanggal 4 Agustus 2025 dengan nomor STTLPM/443/Satreskrim/VIII/2025/SPKT/PolresBangkalan. Saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh tim Satreskrim,” ungkap Ipda Agung.
Museum Cakraningrat sendiri dikenal sebagai pusat pelestarian sejarah Madura Barat. Museum ini menyimpan berbagai artefak kerajaan, manuskrip kuno, hingga peninggalan masa kolonial.(Edi)