Bupati Sidoarjo Dampingi Gubernur Jawa Timur Kunjungi Keluarga Korban Tanah Longsor di Pacet

TAJUK SIDOARJO – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, didampingi oleh Bupati Sidoarjo H. Subandi, Kapolresta Sidoarjo, serta Dandim 0816/Sidoarjo, mengunjungi kediaman keluarga almarhum H. Wahyudi di Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, Sabtu (5/3/2025).

Kunjungan ini dilakukan untuk menyampaikan duka cita atas musibah tanah longsor yang terjadi di Pacet, Kabupaten Mojokerto, yang merenggut tujuh nyawa dalam satu keluarga.

Setibanya di kediaman keluarga almarhum, Gubernur Khofifah disambut hangat oleh pihak keluarga dan langsung mengikuti prosesi tahlilan serta doa bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mengungkapkan rasa duka yang mendalam atas peristiwa yang menimpa keluarga korban.

“Atas nama pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pribadi, kami menyampaikan duka cita yang sangat mendalam. Semoga amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT, segala kekhilafan diampuni, dan semoga yang meninggal dalam keadaan Husnul Khotimah. Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan, keikhlasan, dan selalu diberikan doa terbaik,” ujar Khofifah dengan penuh haru.

Gubernur Khofifah juga menyampaikan bahwa beberapa langkah telah dilakukan terkait penanganan musibah tanah longsor tersebut.

“Baru saja kami mengadakan rapat koordinasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan tim dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan, salah satunya adalah melakukan asesmen untuk memperkuat sisi kanan dan kiri jalan, apakah dengan membuat plengsengan atau memperkuat sungai agar tidak terjadi genangan dan resapan air yang berlebihan,” lanjutnya.

Khofifah juga menjelaskan, proses pembersihan area longsor akan dilakukan pada tanggal 7 April 2025.

“Karena ini adalah jalan Provinsi Jawa Timur, penanganannya akan diserahkan kepada Pemprov Jawa Timur. Kami akan melibatkan BPBD Provinsi Jawa Timur, Dinas Sosial, Dinas Bina Marga, dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur untuk melakukan tindakan bersama. Semua akan terintegrasi untuk menyiapkan detail engineering-nya, sehingga pada tanggal 7 April 2025, area tersebut dapat dibersihkan dan ditemukan solusi yang tepat untuk memastikan keamanan pengguna jalan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan, kejadian longsor di Cangar disebabkan oleh tekstur tanah yang rentan, yang diperburuk oleh curah hujan tinggi.

“Memang, tanah di lokasi tersebut cukup rentan longsor, apalagi dengan curah hujan yang cukup tinggi. Namun, kami akan terus berupaya agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan,” tutup Khofifah.(Ida)